 |
 |
 |
 |
The 2010 Race to Dubai
Kaymer Uber Alles!
“Tahun ini merupakan tahun
yang fantastis bagi karir saya,
dimana saya berhasil mencapai
hampir seluruh target yang
saya canangkan di tahun ini
termasuk menjadi nomor satu di
Eropa, bermain dalam tim Ryder
Cup dan memenangkan Major
Championship”, Martin Kaymer.
Sejarah golf Eropa kembali tercipta
dari Asia, ketika dalam seri terakhir
European Tour Dubai World
Championship pegolf nomor tiga
dunia, Martin Kaymer, berhasil
memastikan dirinya sebagai orang Jerman
kedua setelah Bernhard Langer, untuk
duduk sebagai pegolf nomor satu di Eropa
berdasarkan daftar Race to Dubai 2010.
Catatan sejarah lain juga menorehkan nama
Martin Kaymer sebagai pegolf ke dua termuda
di posisi terbaik Eropa dengan usia 25 tahun
setelah Ronan Rafferty pada tahun 1989,
sekaligus pegolf asal benua Eropa ke empat
di puncak persaingan setelah Seve Ballesteros,
Robert Karlsson dan Bernhard Langer.
Sungguhpun dalam seri turnamen yang diikuti
60 pegolf tanpa batas cut tersebut Martin
Kaymer hanya menduduki posisi T13, namun
tidak seorangpun yang mampu melewati
perolehan akumulasi jumlah penghasilan
uang-nya selama satu musim dalam kancah
persaingan European Tour 2010. Tidak juga
bagi sang juara bertahan sekaligus pegolf
nomor satu dunia saat ini, Lee Westwood,
yang tahun ini |
harus puas menduduki posisi
ke 3, sama seperti posisi yang diraihnya dalam
seri turnamen pamungkas tersebut.
Kaymer praktis memulai putaran pertamanya
dalam Dubai World Championship, tanpa
beban yang berarti, dimana pesaing
terdekatnya Juara US Open 2010, Graeme
McDowell, banyak dibebani persyaratan yang
berat untuk dapat melampaui perolehan
penghasilan Kaymer, yaitu harus mencapai
posisi tiga besar dengan catatan tidak lebih
buruk dari skor yang di hasilkan oleh Kaymer.
Dan pada kenyataannya McDowel hanya
mampu menyamai posisi Kaymer di peringkat
T13 dengan skor 282 (-6).
Hasil prestasi Kaymer secara umum pada musim
turnamen tahun 2010 ini, boleh dikatakan
yang terbaik dan terlengkap di sepanjang
perjalanan karir profesionalnya, karena selain
berhasil meraih gelar Major pertamanya dalam
US PGA Championship 2010 serta mendukung
kemenangan tim Eropa dalam Ryder Cup,
terhitung tiga seri turnamen European Tour
2010 berhasil dimenangkannya masingmasing,
Abu Dhabi Golf Championship, KLM
Open dan Alfred Dunhill Links Championship.
Dan yang terutama adalah mengukuhkan
posisi nya sebagai pegolf nomor tiga dalam
rangking dunia.
|
 |
 |
 |
“Tahun ini merupakan tahun yang fantastis
bagi karir saya, dimana saya berhasil mencapai
hampir seluruh target yang saya canangkan
di tahun ini termasuk menjadi nomor satu
di Eropa, bermain dalam tim Ryder Cup
dan memenangkan Major Championship”,
ungkap pegolf kelahiran Düsseldorf 28
December 1984 tersebut selepas menerima
Harry Vardon Trophy sebagai lambang
supremasi golf di Eropa.
Disisi lain kegembiraan juga meliputi juara
Order of Merit European Tour 2008 asal Swedia, Robert Karlsson, yang berhasil meraih satu gelar
juara lagi dari daratan Asia di tahun ini setelah
menjuarai Commercialbank Qatar Masters pada
bulan Januari 2010 lalu, dengan mengalahkan
juara UBS Hong Kong Open 2010, Ian Poulter,
dalam babak sudden death play off.
Dalam pertarungan play off pertama keduanya
saling menunjukkan kehebatan masing-masing dengan mengemas birdie di hole 18 par 5.
Namun pada play off kedua, Ian Poulter, nampak
mulai kehilangan kepercayaan dirinya saat gagal
mengeluarkan bolanya dengan sempurna dari
greenside bunker. Sementara bola Karlsson
tinggal menyisakan jarak 3 feet saja untuk birdie.
Bahkan keadaan semakin memburuk bagi Poulter
setelah ia terpaksa menerima hukuman penalti satu stroke setelah tangannnya didapati menggerakkan
bola saat mengambil ballmark di atas green.
Dua putting ditambah satu penalti yang menimpa
Ian Poulter menjadi kesempatan “emas” bagi
Robert Karlsson untuk membukukan birdie
kemenangannya, sekaligus mengukir namanya
pada Trophy “tongkat komando” The Baton dibawah
nama Lee Westwood sebagai juara tahun lalu.
|
|
 |
|
 |
|