UBS Hong Kong Open
Ketika Berbicara Level

“Perasaan saya hari ini lebih dari pada sekedar bahagia. Saya memulai turnamen ini dengan kekecewaan setelah gagal dalam dua seri sebelumnya di Shanghai dan Singapore. Dan dilain sisi sudah lama saya tidak bermain sebaik minggu ini, terutama ketika saya mencatat skor 10 under di hari kedua”, Poulter.

Kelas atau level peringkat seseorang dalam sebuah kejuaraan golf di tingkat manapun, memang bukan merupakan jaminan bagi seseorang di “level atas” untuk dapat dengan mudah mengatasi para pesaingnya di “level bawah”.

Hal tersebut sudah banyak terbukti, dimana dalam perjalanan sejarah golf dunia terhitung tidak sedikit peristiwa seorang pemula (rookie) yang mampu menjuarai turnamen ditengah-tengah para bintang lapangan dalam seri-seri dunia.

Namun level peringkat seorang pegolf tetaplah tak dapat dipandang sebelah mata. Karena pastinya untuk mencapai level tertentu, seorang pegolf tentunya harus melewati tahap perjuangan yang panjang. Bahkan ketika level itu “berbicara” di lapangan, tak jarang membuat “grogi” para pesaing-pesaing nya saat bertanding.

Sebut saja Lee Westwood, yang begitu terpacu motivasi-nya untuk terus menampilkan performa terbaik semenjak dirinya berhasil menguasai Race to Dubai 2009 pada akhir tahun 2009 lalu, hingga berhasil menggeser posisi Tiger Wood dalam rangking dunia di akhir tahun 2010. Bahkan diramalkan bahwa level tertinggi dalam olah raga golf yang disandangnya, bakal terus memicu motivasinya dalam seri-seri ke depan di musin 2011 mendatang.

Kondisi yang sama ditengarai juga tengah menyelimuti pegolf bintang dunia asal Inggris Ian Poulter dalam dua seri European Tour terakhir ini, dimana dalam UBS Hong Kong Open yang digelar dari tanggal 18 hingga 21 November lalu, dirinya membuat Hong Kong Golf Club bagaikan “taman bermain” nya dengan menampilkan performa terbaiknya yang boleh dibilang cukup spektakuler.

Bukan hanya berhasil meraih gelar juara yang merupakan koleksi gelar ke 10 European Tour sepanjang karirnya, namun perjalanannya dalam membukukan skor total 258 (21 under) dalam empat putaran pun ditandai dengan catatan-catatan rekor yang sungguh menjelaskan level peringkat papan atas dunia yang tengah disandangnya, dimana ketika dirinya berhasil mencatat skor 19 under hingga akhir putaran ke tiga, pegolf “flamboyan” tersebut mencapainya dengan tidak sekalipun mencatat bogey atau lebih, termasuk hasil skor mengagumkan 10 under yang dikemasnya dalam satu putaran di hari ke dua. Hal tersebut begitu meyakinkan para pengamat, bahwa pada putaran final dirinya akan mampu menghadapi tekanan dari para pesaing terberatnya seperti duo Irlandia Utara Rory McIlroy dan Graeme McDowel, pegolf muda bersinar asal Italia Matteo Manassero, serta kompatriot-nya Simon Dyson.

Memang pada kenyataannya tidak terlalu mudah bagi Ian Poulter untuk dapat dengan begitu saja melewati nama-nama pesaingnya tersebut dalam pertandingan hari terakhir.

Namun pengamatan para pengamat sama sekali tidak meleset, karena bahkan dengan mencatat bogey kedua-nya pada hari itu di hole terakhir, Poulter, tetap berjalan tegap menuju podium juara dengan margin kemenangan satu stroke dari Simon Dyson dan Matteo Manassero yang akhirnya samasama menempati posisi runner up.

“Perasaan saya hari ini lebih dari pada sekedar bahagia. Saya memulai turnamen ini dengan kekecewaan setelah gagal dalam dua seri sebelumnya di Shanghai dan Singapore. Dan dilain sisi sudah lama saya tidak bermain sebaik minggu ini, terutama ketika saya mencatat skor 10 under di hari kedua”, jelas juara WGC-Accenture Match Play 2010 ini tentang performanya.

Boleh saja siapapun mengemukakan pendapat bahwa Hong Kong GC merupakan lapangan yang relatif tidak terlalu sulit bagi para pegolf papan atas European Tour maupun Asian Tour dalam UBS Hong Kong Open tahun ini.

Apalagi projected cut hari kedua mencatat skor 2 under. Namun perolehan skor demi skor dari Ian Poulter dalam empat putaran seri kejuaraan berhadiah total 2,5 juta dollar AS ini, cukup membuktikan level peringkat 14 dunia dimana dia berada kini.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved