Faldo Series Indonesia Championship
Fahmy Reza, Kembali
Ke Mission Hills
“Saya bersyukur
dapat kembali ke
Mission Hills. Dua
tahun berturutturut
merupakan
pengalaman yang
sangat berharga bagi
saya dan tahun ini saya
akan berusaha untuk
menang” Fahmy Reza
Jika ditanya, siapa saat ini pegolf amatir
Indonesia yang tengah bersinar?,
maka tak pelak jawabannya mengarah
kepada satu nama, Fahmy Reza.
Bukan hanya karena dirinya lahir dari
keluarga golf di “kampung golf” Sawangan,
namun lebih karena dalam beberapa bulan
terakhir performanya di lapangan memang
ditengarai tengah mengalami grafik
peningkatan yang signifikan.
Hal itu terbukti dengan empat gelar juara
penting di tanah air yang berhasil diboyongnya
dalam tiga bulan terakhir, masing-masing
sebagai juara 1st Nomura Gunung Geulis
Amateur Open, Juara consolation Flight The
8th Credit Suisse Club Champions Classic
2010, The Lowest Amateur Kariza Classic dan
yang terakhir menjuarai seri internasional
amatir Faldo Series Indonesia Championship
di Damai Indah Golf-BSD Course pada
pertengahan bulan November lalu dengan
skor 3 under (141).
Memang jika melihat penampilan Fahmy
Reza dalam dua putaran seri turnamen yang
mengusung nama besar Sir Nick Faldo tersebut,
sejujurnya masih banyak kesalahan-kesalahan
yang dilakukannya di lapangan terutama
untuk pukulan-pukulan drive-nya yang sering
mendarat di posisi yang tidak menguntungkan.
Namun ketangguhannya tidak dapat dipungkiri
ketika Fahmy mampu memaksimalkan shortgame
nya yang sangat memukau. Bahkan
beberapa pengamat mengatakan bahwa
apabila drive dan putting-nya sedang baik pada
saat itu niscaya skor 3 under yang dihasilkannya
masih terlalu rendah bagi dirinya.
Namun bagaimanapun margin kemenangan
6 stroke dari pesaing terdekatnya asal Bali, Ian
Andrew, cukup untuk membawa namanya kembali ke lapangan golf terbesar dan
termegah di Asia, Mission Hills Golf Club-China,
untuk yang ke tiga kalinya, setelah dalam dua
tahun terakhir ia juga berhasil menempatkan
nama-nya dalam daftar pemain “Faldo Series
Asia Grand Final” melalui prestasi yang sama.
|
 |
 |
“Permainan saya terselamatkan oleh pukulan - pukulan
jarak pendek saya yang sedang prima.
Padahal saya merasakan drive shot dan putting
saya saat itu tidak dalam kondisi seperti biasanya”,
ungkap Fahmy tentang performanya.
“Saya bersyukur dapat kembali ke Mission
Hills. Dua tahun berturut-turut merupakan
pengalaman yang sangat berharga bagi
saya dan tahun ini saya akan berusaha untuk
menang” sambung pegolf berusia 19 tahun
tersebut dengan penuh keyakinan.
Yang juga cukup menarik disimak dalam seri
turnamen junior paling bergengsi di dunia
tersebut adalah perebutan tiket Faldo Series
Asia Grand Final di kelas Girls under 16 antara
pegolf “mojang” Bandung Nadya Rosiana dan
Jessica Lidya, yang akhirnya dimenangkan oleh
Nadya melalui babak sudden death play off.
Disamping itu Fahmy bersama tiga kompatriotnya
masing-masing Kevin Roesli (Boys’
Under-16 winner), Agnes Retno Sudjasmin
(Girls’ Under-21 winner) dan Nadya Rosiana
(Girls’ Under-16 winner), juga dianggap layak
untuk mengikuti event R&A World Amateur
Golf Ranking di tempat yang sama pada bulan
Maret 2011 mendatang.
Faldo Series Asia pertama diluncurkan pada
tahun 2006, dengan tujuan menumbuhkan
minat para pegolf junior Asia untuk
berkompetisi demi terciptanya “generasi
bintang” di region Asia.
Lebih dari 30 turnamen Faldo Series saat ini
tengah berlangsung di 25 region, diantaranya
Inggris, Eropa, Amerika Selatan, Timur Tengah dan Asia, yang telah menghasilkan nama-nama
cemerlang di kancah persaingan golf dunia
termasuk Rory McIlroy, Nick Dougherty, Marc
Warren, John Parry, Melissa Reid, Florentyna
Parker dan Yani Tseng.
Sementara untuk Faldo Series Asia periode
tahun 2010-2011, telah ditetapkan sebanyak
17 seri yang digelar di 12 negara masingmasing
Filipina, Singapura, Vietnam, Bahrain,
Hong Kong, India, Malaysia, Jepang, Cina
Taipei, Indonesia dan Thailand.
|
|
 |
|
 |
|