Proses Pendewasaan

Pembaca yang terkasih,

Jika sebagian orang mampu melupakan sejarah sebagai bagian dari masa lalu kehidupannya, mungkin saya tidak sepenuhnya demikian. Karena apapun bentuknya catatan peristiwa di masa lalu dapat dijadikan sebagai acuan untuk melakukan perbaikan ke arah yang lebih baik atau lebih tepatnya sebagai “proses pendewasaan”. Walaupun memang tidak selamanya kisah masa lalu begitu nyaman untuk di kenang.

Ketika sejarah menjadi bayang-bayang hitam dalam kehidupan, tentunya diperlukan keberanian untuk melakukan reformasi demi terciptanya sejarah baru yang lebih indah pada masa kehidupan yang akan datang.Walaupun untuk dapat mewujudkannya terkadang harus mengorbankan bagian-bagian terbaik dari sejarah itu sendiri.

Namun tidak selamanya proses pendewasaan dijalankan hanya berdasarkan hal-hal yang buruk dari masa lalu, karena pada dasarnya proses pendewasaan tidak selamanya merupakan peralihan yang hakiki dari masa suram ke masa cerah. Saya lebih suka mengartikannya sebagai bentuk peningkatan, atau apa yang disebut dengan “naik kelas”.

Bukan hal yang mudah bagi diri saya untuk memutuskan majalah The Flag edisi bulan Desember ini sebagai edisi yang terakhir untuk di terbitkan hingga batas waktu yang tidak ditentukan. Karena sejujurnya saya tidak melihat catatan sejarah yang buruk dari perjalanan Majalah The Flag dalam lima tahun terakhir ini.

Namun ketika saya dihadapkan oleh sebuah pilihan untuk bisa “naik kelas”, maka fase sejarah harus mampu saya ciptakan dengan melakukan proses pendewasaan. Dan jika proses itu akhirnya berdampak terhadap kenyamanan pihak-pihak yang selama ini terkait, tentunya saya memohon beribu-ribu maaf disertai doa, bahwa apa yang akan kita songsong didepan merupakan hasil pembenahan yang lebih baik dari sejarah gemilang masa lalu. Atau bahkan mungkin lebih besar dari sekedar keberhasilan sebuah majalah.

Banyak reportasi dari event-event akhir musim dapat ditemui dalam edisi The Flag terakhir di penghujung tahun 2010 ini, yang tentunya masing-masing pihak telah siap untuk menjalankan proses pendewasaan dengan visi dan misi yang berbeda demi meraih pencerahan baru di tahun 2011 mendatang.

Pencerahan baru bahkan telah terjadi di kancah persaingan European Tour, dimana dari seri turnamen terakhir Dubai World Championship di Uni Emirat Arab, telah mulai berhembus hawa-hawa keberhasilan yang baru dalam industri golf di benua Eropa, melalui keberhasilan pegolf Swedia Robert Karlsson sebagai juara, maupun pegolf Jerman Martin Kaymer sebagai “penguasa” baru Race To Dubai sekaligus mengukuhkan dirinya di posisi 3 dunia. Dan yang lebih fenomenal lagi adalah munculnya seorang ”penguasa” dunia yang baru asal benua Eropa, Lee Westwood.

Begitu juga dari ajang LPGA Tour, dimana proses pendewasaan yang dilakukan para pegolf wanita Asia pada musim tahun lalu berbuah keberhasilan nyata, ketika 5 dari 7 pegolf peringkat terbaik dunia di tahun 2010 ini berasal dari Asia.

Anniversary Kariza ke 24 yang jatuh pada tanggal 1 Desember 2010, kami harapkan bisa menjadi titik balik yang sempurna dari sebuah proses pendewasaan menuju pencerahan baru di masa-masa yang akan datang. Ucapan terima kasih yang sebesar-besar nya saya sampaikan kepada semua pihak yang begitu setia dalam menaruh kepercayaan penuh terhadap keberadaan majalah The Flag selama ini.

Tak pernah ada rangkaian kata-kata yang indah untuk disampaikan dalam sebuah perpisahan. Namun melalui kerja keras dalam menjalani proses pendewasaan, saya yakin kerja sama yang lebih erat akan kembali terjalin dalam nuansa keberhasilan yang lebih mumpuni di masa-masa yang akan datang.

Akhir kata, atas nama The Flag, saya mengucapkan terima kasih yang sebesarbesarnya kepada para pembaca yang setia dan industri golf terkait, disertai dengan permohonan maaf jika sekiranya ada kekhilafan yang tentunya tidak pernah kami maksudkan untuk disengaja.

 

Selamat membaca

Ria Prawiro
Publisher/Managing Director

Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved