Kariza Classic
Jakarta, 15 September 2010; Untuk kesekian kalinya di tahun 2010 ini, Indonesia kembali menjadi tuan rumah seri kejuaraan golf internasional, melalui gelaran KARIZA CLASSIC.

Turnamen yang diselenggarakan oleh KARIZA dengan sanction Asian Development Tour dan co-sanction PGPI Tour tersebut akan diselenggarakan di Imperial Klub Golf – Lippo Karawaci pada tanggal 21 hingga 24 September 2010.

Hal itu di benarkan oleh Presiden Direktur PT. Kariza Viratama, Ria Prawiro, yang juga bertindak sebagai Organizing Chairman dalam event berhadiah total USD 60.000 tersebut.

“Saya dengan senang hati menerima tawaran dari pihak Asian Tour untuk mendukung seri Asian Development Tour ini. Karena bagi saya ini adalah kesempatan yang baik bagi kita semua untuk bisa meningkatkan perkembangan prestasi para pegolf profesional di Indonesia. Apalagi mengacu pada kesepakatan bersama, bahwa pihak Asian Tour akan menyediakan kurang lebih lima puluh slot untuk para pegolf profesional tuan rumah. Artinya sebanyak itu pula kesempatan kita untuk dapat berbicara di event bertaraf internasional seperti Kariza Classic ini nantinya”, Jelas Ria Prawiro

Seri turnamen ini dipastikan diikuti oleh 60 pegolf anggota Asian Development Tour yang datang dari beberapa negara di Asia, Eropa dan Amerika, serta 50 pegolf tuan rumah Indonesia yang diambil dari daftar peringkat PGPI Tour 2010 hingga bulan Agustus 2010. Jumlah tersebut ditambah dengan 10 pegolf amatir dari peringkat PGI Series 2010.

Sejak di luncurkannya seri pertama di Myanmar pada bulan Januari hingga seri ketiga di Taiwan bulan Agustus 2010 lalu, Asian Development Tour sejauh ini telah menghasilkan tiga nama juara, masing-masing yaitu Gavin Flint (Australia) dalam Air Bagan Myanmar Masters presented by IBTC, S. Sivachandran (Malaysia) dalam Negeri Sembilan Invitational Masters 2010 dan Lin Wen-tang (China Taipei)dalam Ballantine’s Taiwan Championship.

Seri-seri kejuaraan Asian Development Tour mengadaptasi garis struktur yang sama dengan Nationwide Tour di Amerika Serikat maupun European Challenge Tour di daratan Eropa. Dan pada intinya, ajang terbaru ini dimaksudkan untuk “menjaring” bakat-bakat “terpendam” golf profesional di region Asia dari kekuatan “arus bawah”, sekaligus membuka kesempatan bagi para pegolf non full member Asian Tour untuk dapat bersaing secara penuh dalam seri-seri Asian Tour, karena nantinya minimal tiga pegolf teratas di akhir musim berhak untuk menyandang status sebagai touring pro Asian Tour.

Dilain sisi, persaingan Asian Development Tour juga menjadi “jalan alternatif” bagi para full member Asian Tour yang telah kehilangan tour card nya untuk paling tidak dapat kembali dalam kontender persaingan utama, seperti contohnya pegolf Malaysia juara Pakistan Open 2006, Airil Rizman, pegolf ‘gaek’ Taiwan, Wang Ter-chang dan juara Iskandar Johor Open 2008, Artemio Murakami.

Kariza Classic yang diprakarsai oleh Presiden Direktur PT. Kariza Viratama, Ria Prawiro, tersebut boleh dikatakan juga sebagai ‘kesempatan emas’ bagi para pegolf profesional Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka di kancah persaingan internasional pada garis level yang setara.

Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved