Pongthep Melaju!

Tangerang 23 September 2010, Cuaca pagi hari yang cerah di kawasan Lippo Village saat sekitar 50 pegolf memulai sisa putaran ke dua KARIZA CLASSIC yang tertunda, ternyata tidak sepenuhnya menjamin putaran ke tiga dapat terselesaikan, dimana memasuki siang hari awan gelap kembali menyelimuti udara di sekitar Imperial Klub Golf. Alhasil pertandingan pun kembali tertunda pada pukul 15.00 WIB akibat hujan lebat dan petir yang melanda, ketika belum satupun grup yang bertanding di putaran ke tiga menyelesaikan permainan mereka.

Sebanyak 58 pegolf berhasil melewati batas cut, 153 (7 over), termasuk 32 pegolf Indonesia yang dipimpin oleh Andik Mauludin di posisi T1 dengan skor 137 ( 7 under). Namun dalam setengah putaran yang di mainkan pada hari ke tiga pegolf asal Thailand Pongthep Jaewchumnanchao “melesat” ke puncak leader board dengan perolehan skor sementara 9 under memasuki hole 9.

Hal tersebut diikuti oleh kompatriotnya Nakul Vichitryuthasastr yang dalam sembilan hole pertama mencatat skor 2 under untuk mengemas skor total sementara 8 under di posisi T2 bersama juara Negeri Masters asal Malaysia, Sivachandran, yang menampilkan permainan konsisten dari hari ke hari.

Untuk sementara pegolf andalan tuan rumah Andik Mauludin harus “tergeser” sementara ke posisi 4, dimana dalam sembilan hole pertama pegolf asal Malang tersebut masih mencatat skor even par untuk tetap pada skor 7 under hingga pertandingan tertunda.

Tournament Director Yingsak Hantawongs menyatakan bahwa KARIZA CLASSIC memiliki nuansa persaingan yang ketat, sehingga baginya sangat disayangkan jika turnamen berhadiah US$60,000 ini tidak dapat terselesaikan dengan sempurna. Oleh karena itu ia bersama Organizing Chairman, Ria Prawiro, berusaha untuk mencari jalan keluar dengan melakukan penyesuaian waktu yang akhirnya menghasilkan keputusan melanjutkan putaran ke tiga pada pukul 6.30 WIB pada hari Jumat, 24 September 2010, yang mana untuk menghindari pertandingan kembali tertunda akibat hujan, pihak body sanction Asian Development Tour dan PGPI Tour sengaja menerapkan aturan yang tidak biasa, yaitu dengan tidak merubah susunan pairing pada putaran terakhir. Hal itu dimaksudkan untuk mempercepat regulasi waktu pertandingan yang mengharapkan grup terakhir bisa memasuki hole terakhir pada tengah hari sebelum hujan biasanya turun pada siang hingga sore hari.

Sementara itu pegolf senior Indonesia Kasiadi, tanpa diduga-duga berhasil mempertahankan ritme permainannya di putaran ke tiga dengan mengemas skor total 3 under di posisi 13, menempel ketat pegolf kawakan Myanmar, Zaw Moe, yang menduduki posisi 12 dengan skor total 4 under. Hal tersebut seperti mengingatkan masa kejayaannya saat pegolf asal Surabaya itu menjuarai Indonesia Open 1989 di Rawamangun Jakarta.

Kejutan terjadi dalam putaran ke tiga ketika pegolf Korea TJ Kim berhasil membukukan hole in one di hole 14. TJ Kim hingga pertandingan ditunda berada di posisi T28 dengan skor 4 over.

Posisi ke tiga pimpinan leader board tersebut masih mungkin untuk disamai atau bahkan diungguli oleh dua pegolf muda masing-masing pegolf Indonesia, Rory Hie, dan pegolf Thailand, Thanyakorn Khrongpha, yang masih menyisakan 9 hole putaran ke dua dengan skor sementara 5 under.

Yang cukup mengejutkan adalah performa pegolf senior Indonesia, Juara Indonesia Open 1989, Kasiadi, yang berhasil menutup putaran permainan hari ke dua-nya dengan skor 70 (2 under) untuk mengemas skor total 143 (1 under) setelah pada putaran pertama mengemas skor 73 (1 over).

Sisa pertandingan putaran ke dua akan dimulai besok Kamis 23 September 2010 pada pukul 7 pagi yang langsung di lanjutkan pertandingan putaran ke tiga yang akan “menyaring” 50 (plus ties) pemain, dimana saat ini projected cut masih berkisar perhitungan 5 over.

About the Asian Development Tour
The Asian Development Tour was launched in 2010 with the aim of creating a career pathway for professional golfers in Asia. Sanctioned by the Asian Tour, the Asian Development Tour will ultimately create a new playing platform for emerging stars from across Asia and around the world. Through the Asian Tour Qualifying School, players will qualify for the Asian Development Tour and enjoy the opportunity to hone their games and talent through a secondary circuit in Asia. Designed in the same structure as the Nationwide Tour in America and European Challenge Tour, the Asian Development Tour is a stepping stone to the Asian Tour and the exciting world of international golf. The Asian Development Tour has been structured to ensure the best opportunities for its members. The leading three players on the Asian Development Tour will earn coveted Asian Tour cards for the following season, ensuring a proper career pathway for aspiring professionals.

Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved