Sivachandran Dan Takafumi Kawane ”Mengejar” Andik

Tangerang 22 September 2010, Cuaca yang kurang mendukung di seputar kawasan Imperial Klub Golf, Lippo Village, masih terjadi dalam putaran ke dua KARIZA CLASSIC, dimana pertandingan sempat kembali tertunda selama kurang lebih dua jam menjelang siang hari.

Sebelumnya lanjutan putaran pertama tetap menempatkan pegolf andalan Indonesia, Andik Mauludin, dengan skor 67 (5 under) di puncak leader board yang diikuti oleh pegolf kawakan asal Myanmar yang kini bermukim di Singapura, Zaw Moe, dengan skor 68 (4 under).

Sementara itu putaran ke dua masih menyisakan 19 grup, yang berarti seluruh pegolf dengan giliran tee off siang hari masih harus kembali menyelesaikan putaran permainan mereka pada hari Kamis 23 September 2010.

Diluar penundaan pertandingan yang terjadi, hampir dapat dipastikan bahwa nama Andik Mauludin di putaran kedua tidak akan berada sendirian di puncak leader board setelah dua pegolf tangguh masing-masing Sivachandran asal Malaysia dan pegolf Jepang Takafumi Kawane, sama-sama berhasil menyelesaikan putaran permainan mereka dengan skor total 137 (7 under) di puncak leader board.
Posisi ke tiga pimpinan leader board tersebut masih mungkin untuk disamai atau bahkan diungguli oleh dua pegolf muda masing-masing pegolf Indonesia, Rory Hie, dan pegolf Thailand, Thanyakorn Khrongpha, yang masih menyisakan 9 hole putaran ke dua dengan skor sementara 5 under.

Yang cukup mengejutkan adalah performa pegolf senior Indonesia, Juara Indonesia Open 1989, Kasiadi, yang berhasil menutup putaran permainan hari ke dua-nya dengan skor 70 (2 under) untuk mengemas skor total 143 (1 under) setelah pada putaran pertama mengemas skor 73 (1 over).

Sisa pertandingan putaran ke dua akan dimulai besok Kamis 23 September 2010 pada pukul 7 pagi yang langsung di lanjutkan pertandingan putaran ke tiga yang akan “menyaring” 50 (plus ties) pemain, dimana saat ini projected cut masih berkisar perhitungan 5 over.
Posisi ke tiga pimpinan leader board tersebut masih mungkin untuk disamai atau bahkan diungguli oleh dua pegolf muda masing-masing pegolf Indonesia, Rory Hie, dan pegolf Thailand, Thanyakorn Khrongpha, yang masih menyisakan 9 hole putaran ke dua dengan skor sementara 5 under.

Yang cukup mengejutkan adalah performa pegolf senior Indonesia, Juara Indonesia Open 1989, Kasiadi, yang berhasil menutup putaran permainan hari ke dua-nya dengan skor 70 (2 under) untuk mengemas skor total 143 (1 under) setelah pada putaran pertama mengemas skor 73 (1 over).


Sisa pertandingan putaran ke dua akan dimulai besok Kamis 23 September 2010 pada pukul 7 pagi yang langsung di lanjutkan pertandingan putaran ke tiga yang akan “menyaring” 50 (plus ties) pemain, dimana saat ini projected cut masih berkisar perhitungan 5 over.

KARIZA CLASSIC merupakan seri ke empat Asian Development Tour dan merupakan sirkuit terbaru yang khusus diperuntukan bagi para pegolf non full member Asian Tour dengan mengadaptasi garis struktur yang sama dengan Nationwide Tour di Amerika Serikat maupun European Challenge Tour di daratan Eropa.

Sementara itu bagi Kariza sendiri, Kariza Classic merupakan turnamen internasional ke dua yang diselenggarakan di tahun 2010 ini setelah menggelar Kariza Indonesia Championship pada bulan Mei  lalu.

“Saya dengan senang hati menerima tawaran dari pihak Asian Tour untuk mendukung seri Asian Development Tour ini. Karena bagi saya ini adalah kesempatan yang baik bagi kita semua untuk bisa meningkatkan perkembangan prestasi para pegolf pro di tanah air kita. Apalagi mengacu pada kesepakatan bersama, bahwa pihak Asian Tour akan menyediakan lima puluh slot untuk para pegolf profesional tuan rumah. Artinya sebanyak itu pula kesempatan kita untuk dapat berbicara di event bertaraf internasional seperti Kariza Classic ini nantinya”, ungkap Presiden Direktur PT. Kariza Viratama, Ria Prawiro, sebagai penggagas utama seri turnamen Kariza Classic.

About the Asian Development Tour
The Asian Development Tour was launched in 2010 with the aim of creating a career pathway for professional golfers in Asia. Sanctioned by the Asian Tour, the Asian Development Tour will ultimately create a new playing platform for emerging stars from across Asia and around the world. Through the Asian Tour Qualifying School, players will qualify for the Asian Development Tour and enjoy the opportunity to hone their games and talent through a secondary circuit in Asia. Designed in the same structure as the Nationwide Tour in America and European Challenge Tour, the Asian Development Tour is a stepping stone to the Asian Tour and the exciting world of international golf. The Asian Development Tour has been structured to ensure the best opportunities for its members. The leading three players on the Asian Development Tour will earn coveted Asian Tour cards for the following season, ensuring a proper career pathway for aspiring professionals.

Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved