Andik Mauludin Memimpin Putaran “Tertunda”

Tangerang 21 September 2010, Walaupun belum menuntaskan permainannya, Pegolf andalan Indonesia Andik Mauludin untuk sementara berhasil memimpin putaran pertama seri Asian Development Tour, KARIZA CLASSIC, yang di selenggarakan di Imperial Klub Golf, Lippo Village, setelah berhasil mencatat skor sementara 4 under, dengan menyisakan 4 hole.

Pertandingan yang tertunda pada pukul 11.25 WIB selama kurang lebih dua jam akibat hujan disertai petir di kawasan Lippo Village, membuat hampir seluruh pegolf yang mendapat giliran tee off siang tidak dapat menuntaskan permainannya di putaran pertama. Artinya hampir setengah dari 111 peserta harus menyelesaikan permainan putaran pertama mereka pada hari Rabu 22 September 2010.

Sementara pegolf Indonesia lain Rory Hie dan pegolf Thailand Juara Kariza Indonesia Championship 2010, Thanyakorn Khronpha, berhasil menyelesaikan putaran permainan mereka di posisi  T2 dengan skor total masing-masing 3 under (69). Namun posisi mereka sepenuhnya masih belum terhitung aman pasalnya beberapa pegolf kuat yang masih akan melanjutkan pertarungan mereka besok, cukup memiliki peluang yang besar untuk mencapai leader board seperti diantaranya pegolf Thailand Nakul Vichitruythasastr, pegolf Malaysia Sukree Othman, pegolf Myanmar Zaw Moe serta pegolf Jepang Takafumi Kawane.

Diluar semua itu tiga nama pegolf tuan rumah selain Andik dan Rory secara mengejutkan berhasil memperlihatkan performa yang memukau dengan menempatkan nama mereka dalam daftar leader board sampai pertandingan mengalami penundaan, mereka masing-masing Ayadi Hermawan (2 under), Hardjito (1 under) dan Indra Hermawan (1 under).

Bagi para pegolf yang harus melanjutkan pertandingannya pada hari Rabu 22 September 2010, seri turnamen ke empat Asian Development Tour ini menjadi sangat berat, dimana mereka mau tidak mau harus menyelesaikan lebih dari 18 hole di putaran ke dua. Hal tersebut membuat persaingan leader board menjadi sangat sulit untuk di prediksi, dimana para pegolf tangguh yang kebanyakan mendapat giliran tee off pada siang hari dipastikan harus menguras tenaga untuk dapat memperlihatkan permainan terbaik mereka di putaran ke dua.

Andik Mauludin yang saat ini masih berada di puncak Order of Merit PGPI Tour 2010, diharapkan mampu mempertahankan ritme permainannya dalam pertandingan lanjutan, pasalnya setelah Rory Hie berhasil meraih prestasi internasional di lapangan yang sama dua tahun silam, belum ada lagi nama pegolf Indonesia yang berhasil mencapainya.

Beberapa pegolf Indonesia lain juga diharapkan mampu mencetak prestasi terbaik dalam putaran ke dua untuk melengkapi dominasi sekitar 80 pegolf tuan Rumah yang terdaftar dalam entry list, seperti Daryanto, Burhan Bora dan Zulharmen Tabusalla yang berhasil menutup putaran pertama dengan skor even par (72).

About the Asian Development Tour
The Asian Development Tour was launched in 2010 with the aim of creating a career pathway for professional golfers in Asia. Sanctioned by the Asian Tour, the Asian Development Tour will ultimately create a new playing platform for emerging stars from across Asia and around the world. Through the Asian Tour Qualifying School, players will qualify for the Asian Development Tour and enjoy the opportunity to hone their games and talent through a secondary circuit in Asia. Designed in the same structure as the Nationwide Tour in America and European Challenge Tour, the Asian Development Tour is a stepping stone to the Asian Tour and the exciting world of international golf. The Asian Development Tour has been structured to ensure the best opportunities for its members. The leading three players on the Asian Development Tour will earn coveted Asian Tour cards for the following season, ensuring a proper career pathway for aspiring professionals.
Copyright © 2010 Kariza Viratama. All Rights Reserved